Penelitian EVIDENT Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi kepada 15 Puskesmas di Kota Bandung, bertempat di Hotel El Royale, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum dimulainya studi validasi klinis di Puskesmas yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sejumlah alat diagnostik baru dalam mendeteksi tuberkulosis (TBC).
Penelitian akan dilaksanakan di 15 Puskesmas jejaring yang selama ini merujuk sampel dahak ke RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu dan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Cibadak. Sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman semua pihak terkait, mulai dari alur perekrutan pasien hingga proses pengambilan dan pemeriksaan sampel. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan penelitian diharapkan berjalan sesuai standar dan kesepakatan bersama.
Acara ini dihadiri oleh tim peneliti dari RC3ID Universitas Padjadjaran, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan studi ini. Selain itu, hadir pula dua perwakilan dari setiap Puskesmas, yakni kepala Puskesmas dan petugas program TBC.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para petugas menyambut baik pengembangan modalitas diagnostik ini, terutama karena mereka selama ini menghadapi kesulitan dalam memperoleh sampel dahak dari pasien terduga TBC.
Diperkenalkannya metode baru ini diharapkan mendorong upaya percepatan eliminasi TBC di Indonesia, khususnya dengan meningkatkan cakupan tes di tingkat puskesmas.

