Pentingnya Health Technology Assessment (HTA) dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis di Indonesia

Indonesia masih menghadapi tantangan dalam upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC). Meskipun berbagai teknologi baru bermunculan, tidak semua metode efektif diterapkan. Mengapa demikian?

“Mungkin waktu kita [Indonesia] mengadopsi teknologi tidak melalui proses assesment yang mendalam. Jadi ada satu aspek feasibility nya agak kurang.” tegas dr. Panji Fortuna Hadisoemarto pada Seminar Siang RC3ID, menyoroti tantangan dalam adopsi teknologi kesehatan di Indonesia. Sering kali, penilaian terhadap teknologi kesehatan fokus pada efektivitas secara klinis dan uji kelayakan terbatas. Sehingga, teknologi tidak dimanfaatkan secara optimal karena penilaian mendalam terhadap kelayakan penerapannya.

Beliau menjelaskan mengenai pentingnya Health Technology Assessment (HTA) dalam memilih metode penemuan kasus TBC yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.HTA merupakan pendekatan sistematis dan komprehensif agar teknologi yang diadopsi sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di Indonesia.

Evaluasi menyeluruh pada metode penemuan kasus sangat penting dalam konteks TBC, di mana terdapat berbagai metode diagnosis yang tersedia. HTA memastikan bahwa teknologi baru yang diadopsi dapat diimplementasikan dengan baik dari segi efektivitas, efisiensi, dan keterjangkauan;serta nilai yang lebih luas, seperti dampak ekonomi dan penerimaan sosial.
Seminar ini memberikan wawasan tentang bagaimana HTA dapat membantu pengambilan keputusan dalam memilih metode penemuan kasus TBC . Berbagai metode HTA untuk menilai dampak ekonomi teknologi diagnostik diperkenalkan oleh dr Panji, antara lain cost-effectiveness analysis dan budget impact analysis. . HTA juga dapat membantu pengambilan keputusan yang cepat namun berbasis bukti ilmiah. Penggunaan evidence review dan adaptive HTA merupakan contoh untuk menafsir hasil penelitian di negara lain ke konteks penanggulangan TBC di Indonesia.

Pendekatan ini mendorong peneliti, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk membangun konsensus dalam merumuskan keputusan, meski dalam keterbatasan penelitian dan sumber daya. Dengan HTA, kita dapat memastikan teknologi kesehatan yang diadopsi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.