Proyek EVIDENT Indonesia berupaya mengatasi isu diagnostik tuberkulosis (TB) di Indonesia. Tes diagnostik untuk TB saat ini masih terpusat di fasilitas kesehatan milik pemerintah yang dilengkapi dengan laboratorium berkapasitas menengah hingga tinggi, sehingga aksesnya kurang luas. Selain itu, alat diagnosis TB yang direkomendasikan saat ini masih bergantung pada sampel dahak yang pengambilan prosesnya merupakan tantangan tersendiri.
Untuk mengatasi tantangan ini, EVIDENT Indonesia berfokus pada pengujian alat tes inovatif yang lebih mudah diakses serta mudah diaplikasikan di berbagai tingkat layanan. EVIDENT akan melakukan evaluasi kinerja tes diagnostik non-dahak baru di seluruh fasilitas kesehatan, dan melakukan penelitian kebijakan untuk memperjelas jalur yang diperlukan untuk memasukkan alat diagnostik baru ini ke dalam Program Penanggulangan TB Nasional.
Demi meningkatkan kolaborasi di antara peneliti EVIDENT dan menyempurnakan strategi penelitian, sebuah Lokakarya selama tiga hari diadakan. Diselenggarakan dari tanggal 7-9 Maret 2024, di Hotel Art Deco, Ciumbuleuit, Kota Bandung. Lokakarya tersebut dihadiri oleh peneliti utama, konsultan, ketua tim dan anggota kelompok kerja. Lokakarya bertujuan untuk memfasilitasi diskusi, memberikan pembaruan pada setiap paket kerja, dan menyelesaikan protokol penelitian proyek EVIDENT.
Perwakilan dari berbagai lembaga berpartisipasi dalam Lokakarya tersebut, termasuk dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF), Universitas Radboud, Universitas Otago, Universitas Sebelas Maret, Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Padjadjaran, dan Universitas Melbourne. Melalui upaya kolaboratif dan pertukaran pengetahuan, lokakarya tersebut menjadi platform penting untuk memajukan upaya penelitian, memfasilitasi kolaborasi, dan membuka jalan bagi intervensi kebijakan yang berdampak dalam memerangi TB.
Adapun agenda lokakarya pada hari pertama meliputi pemaparan proyek EVIDENT dan diskusi kelompok masing-masing paket kerja (work package). Pada hari kedua, peserta melanjutkan diskusi kelompok serta finalisasi protokol penelitian dan rencana kerja. Kegiatan pada hari terakhir adalah presentasi hasil lokakarya secara keseluruhan.
Selain para peneliti dari RC3ID Unpad yang diketuai oleh Prof. Bachti Alisjahbana, dr., Sp.PD-KPTI, PhD, lokakarya ini tentunya melibatkan banyak peran penting dari para konsultan dan kolaborator, diantaranya turut hadir Dr. Daniel Chin dan Dr. Puneet Dewan (BMGF), Kavindhran Velen, MPH, PhD (FIND), Prof Reinout van Crevel (Universitas Radbound), Prof Philip Hill dan tim (Universitas Otago), Prof. Ari Probandari, MPH, PhD & tim (UNS), Dr. Adiatma Siregar, S.E, ME.conSt. & tim (FEB Unpad).
Lokakarya ini berhasil mencapai tujuan dalam menyelesaikan protokol penelitian setiap paket kerja serta merumuskan strategi lanjutan untuk proyek EVIDENT. Kesuksesan ini membuka peluang untuk kolaborasi lebih lanjut dengan tim peneliti lain dan para pemangku kepentingan di masa mendatang, yang diharapkan dapat memperkuat upaya penelitian proyek EVIDENT secara keseluruhan.


