Kemenkes Gelar Rapat Mengenai Penggunaan Alat N-POCT

RC3ID, Bandung – Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2), menggelar pertemuan daring pada Rabu, 3 September 2025. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan laporan hasil penelitian awal dan rekomendasi penggunaan alat Near Point of Care Test (N-POCT) untuk diagnostik TB.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Dirjen P2 dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Kementerian Kesehatan. Di antaranya adalah Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia, Kepala BKPK Prof. Asnawi Abdullah. 

Diskusi ini menghadirkan Kepala RC3ID Universitas Padjadjaran, Prof. Bachti Alisjahbana, dr., SpPD-KPTI, PhD., yang secara khusus memaparkan hasil penelitian sementara dari Tim Studi EVIDENT yang menjadi dasar rekomendasi pemilihan alat N-POCT. Rekomendasi ini didukung oleh temuan positif dari serangkaian studi yang dilakukan oleh proyek EVIDENT Indonesia, di mana alat tersebut dievaluasi secara menyeluruh, mencakup akurasi klinis, implementasi di lapangan, dan analisis biaya. Salah satu bagian dari studi ini adalah uji coba pra-pilot layanan “One Stop Service” (OSS) TB yang telah berjalan di tiga puskesmas di Bandung. 

Pemaparan ini menjadi masukan penting bagi Kementerian Kesehatan dalam menentukan langkah akhir sebelum program skala besar OSS TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) diimplementasikan di 100 puskesmas pada bulan Oktober mendatang. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan capaian penemuan kasus TBC melalui penggunaan alat low – cost Near Point Of Care Testing (POCT) sebagai alat diagnosis TBC.

Sumber: Tim Studi Implementasi EVIDENT
Penulis: Tim Humas RC3ID Bandung