Fact Sheet Evident

Sampel Non-Dahak dan Inovasi Diagnostik TBC

Sebuah Peluang Meningkatkan Deteksi Dini TBC

Tantangan Diagnosis TBC Saat ini

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Diagnosis dini sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan penularan penyakit.

 

Peluang dan Inovasi Diagnostik TBC

Untuk mengatasi tantangan tersebut, berbagai inovasi diagnostik tengah dikembangkan, salah satunya adalah penggunaan sampel non-dahak seperti usap lidah dan urine. Metode ini menawarkan beberapa keunggulan, seperti:

  • Mudah dan cepat
    Pengambilan sampel lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pasien.
  • Mudah dijangkau
    Dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan
  • Aman
    Mengurangi risiko infeksi bagi petugas kesehatan.
  • Efisien
    Meningkatkan penyelidikan kontak dan skrining berbasis komunitas.

Perbandingan modalitas diagnostik TBC berdasarkan Jenis Sampel

Usap lidah dan urine menawarkan pengambilan sampel yang lebih mudah dan nyaman, meski kurang akurat dibandingkan dahak. Tes dengan sampel usap lidah dan urine dapat menjadi alternatif di tingkat komunitas untuk meningkatkan deteksi dini TBC. Kombinasi sampel dahak dengan usap lidah atau urine dapat lebih meningkatkan akurasi diagnosis.

Studi pembanding sebagai kunci inovasi diagnostik TBC

Penelitian EVIDENT oleh RC3ID UNPAD sangat penting dalam melakukan validasi metode diagnostik TBC baru. Studi ini membandingkan akurasi dan efektivitas metode inovatif dengan tes standar yang ada secara komprehensif.

EVIDENT akan melakukan pengujian di berbagai tingkat fasilitas kesehatan dengan keterbatasan laboratorium. Hasil penelitian ini akan menjadi landasan kuat dalam memperluas penerapan inovasi diagnostik TBC dan meningkatkan deteksi dini.