Kepala RC3ID, Prof. Bachti Alisjahbana, dr., Sp.PD-KPTI, PhD bersama Tim Evident
Foto oleh: Tim Studi Validasi Klinis EVIDENT
EVIDENT, RC3ID, Bandung – Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi (PETRI) Jawa Barat kembali menggelar Bandung Infectious Disease Symposium (BIDeaS) 2025 dengan tema “Emphasizing Immunology in Infectious Disease for Improving Health in Indonesia: From Disease to Mechanism to Practice.” Acara ini diselenggarakan pada 3–4 Mei 2025 bertempat di Hotel Hilton Bandung.
Simposium ini terbuka bagi praktisi kesehatan, pendidik dan peneliti di bidang penyakit menular, imunologi maupun kedokteran umum, mahasiswa, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan yang berkaitan dengan penanggulangan penyakit menular.
Rangkaian kegiatan BIDeaS 2025 mencakup plenary lecture, symposium, talkshow, workshop, serta free paper presentation. Seluruh sesi menghadirkan pembicara dari berbagai cabang keilmuan yang akan membagikan temuan dan perspektif terbaru mengenai penyakit tropis dan infeksi di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, tim EVIDENT turut mempresentasikan beberapa hasil penelitian awal (preliminary results) pada sesi Free Paper Presentation. Penelitian EVIDENT masuk ke dalam sub tema “Novel Findings in Infectious Disease Management” dengan tujuan memperluas pemahaman dan kontribusi terhadap inovasi penanganan penyakit menular.
Tim peneliti terbagi menjadi empat topik abstrak berikut:
- Diagnostic accuracy of tongue swab-based molecular test for tuberculosis detection using the Pluslife MTBC platform
- Diagnostic performance of FujiLAM assay to detect tuberculosis in HIV-negative patients in Bandung City, Indonesia
- The prevalence of diabetes mellitus among presumptive tuberculosis patients in Bandung City, Indonesia
- The prevalence of human immunodeficiency virus infection in presumptive tuberculosis patients in Bandung City, Indonesia
Keempat topik tersebut mencerminkan capaian penelitian EVIDENT WP1, baik terkait evaluasi performa alat diagnostik baru untuk deteksi TB paru maupun analisis prevalensi komorbiditas TB, khususnya diabetes mellitus (DM) dan HIV yang merupakan faktor risiko terbesar.
Sumber: Tim Validasi Klinis EVIDENT
Penulis: Tim Humas RC3ID Bandung

